Tampilkan postingan dengan label Cerita Kulo. Tampilkan semua postingan

Media dan Krisis Jati Diri Bangsa


(Fachri Aldi Al Fawwazy)
src gambar : https://indonesiaproud.wordpress.com/


            Sekarang ini sedang terjadi penjajahan budaya asing terhadap budaya Indonesia, keanekaragaman budaya yang dimiliki negeri ini yang seharusnya dijadikan sebagai kebanggaan dan jati diri bangsa, perlahan-lahan mulai dilupakan. Bangsa ini sedang terjangkit krisis jati diri, terlalu banyaknya stasiun media dan stasiun televisi lokal mengekspos dan menayangkan tayangan luar negeri setiap harinya, seperti drama Korea, drama Turki, Bollywood, hingga film-film Hollywood sehingga itu seperti memberikan doktrin kepada anak muda bahkan sampai anak-anak menganggap budaya luar negeri yang lebih modern itu lebih kerern dan patut di ikuti.

            Berbanding seratus delapan puluh derajat dengan sedikitnya konten budaya lokal yang ditayangkan stasiun televisi lokal, media yang seharusnya berfungsi sebagai alat untuk mempromosikan budaya lokal Indonesia malah berpaling mempromosikan budaya luar negeri, jika kita cermati, tayangan yang berisikan konten budaya lokal Indonesia kini sangat susah dijumpai dichanel televisi lokal pengecualian untuk TVRI yang sampai sekarang masih setia dengan tayangan khas Indonesia seperti wayang, ketoprak, penyanyi sinden dan lain-lain, sayangnya stasiun televisi milik pemerintah yang minim penonton ini, masih jauh dari kata sukses mempromosikan budaya Indonesia, dengan fakta yang demikian, memunculkan opini bahwa sekarang ini media lebih mementingkan tingginya rating acara yang berbanding lurus dengan tingginya pendapatan dibandingkan dengan menayangkan konten budaya dan kearifan lokal yang belum tentu banyak peminatnya.

            Bayangkan saja, stasiun-stasiun televisi lokal sekarang ini sedang nafsu-nafsunya berkompetisi membuat sinetron yang tidak bermutu, sebut saja Ganteng-Ganteng Serigala (GGS), 7 Manusia Harimau, Tukang Bubur Naik Haji, dan lain sebagainya, yang isinya kehidupan disekolah tetapi tidak pernah ada adegan belajar, yang isinya cinta, pertengkaran, perceraian dan hal yang tidak mendidik lainya. Tak ada unsur budaya dan kearifan lokal yang ditampilkan didalamnya, boleh dibilang tidak ada pelajaran atau manfaat yang bisa kita ambil dari sinetron-sinetron tersebut, parahnya masyarakat dicekok’i tayangan-tayangan yang tidak bermutu itu setiap hari.


            Jika saja ada stasiun televisi yang ingin dan mampu membuat tayangan yang bertemakan budaya Indonesia dan dikemas secara kreatif mungkin akan sangat membantu mengkampanyekan untuk lebih mencintai budaya lokal. Seharusnya kita bisa meniru apa yang dilakukan India dengan Bollywoodnya, Korea Selatan dengan Drama Koreanya, atau bahkan Jepang dengan kartun khasnya yang biasa disebut Anime, lihatlah Anime-anime Jepang yang kental akan nuansa dan budaya Jepang yang sangat sukses mengkampanyekan budaya negeri Matahari Terbit itu ke negeri kita, bahkan ke ranah Internasional. Dizaman sekarang ini siapa remaja yang tidak tahu serial Anime Naruto, One Piece dan Dragon Ball? Jawabanya hampir semua remaja Indonesia tahu dengan serial-serial Anime tersebut, bahkan tak jarang dikota-kota besar  menggelar event bertemekan semua tentang Jepang, entah itu Anime festival, Japanese food festival, atau Japanese festival. Betapa suksesnya Jepang mengkampanyekan budayanya sampai-sampai ketika digelar acara Japanese festival banyak orang Indonesia tulen yang rela membeli mahal jajanan khas negeri bunga Sakura itu, mengenakan kostum ala Anime idolanya, bahkan tak jarang ada yang memakai Kimono, pakaian khas Jepang.

            Lalu apakah Indonesia punya sesuatu untuk dipromosikan ke ranah global? Tentu punya, kita punya Wayang, Wayang golek, kain Batik dan banyak budaya tradisional yang indah lainya yang kita miliki, Dari segi sosialisasi dan promosi memang Indonesia kudu banyak belajar dari Jepang, India, Korea Selatan dan negara lainya yang budayanya sudah mendunia. Jangankan untuk promosi ke luar negeri, mungkin tidak sedikit dari kita yang memiliki koleksi baju ala budaya luar tapi tidak memiliki baju batik? Miris.

            Dampak dari kurangnya sosialisasi dan promosi akan kecintaan terhadap budaya sendiri itu sangat mengkhawatirkan bagi generasi penerus bangsa, belum lagi dengan banyaknya budaya luar negeri dengan moderenisasinya semakin mengikis rasa cinta terhadap budaya sendiri, lihat saja style atau gaya anak muda dan remaja zaman sekarang, mulai dari rambut gaya britania raya dengan Pomadenya, atau ala boyband korea dengan poni dan cat warna-warni macam ayam gaul yang dijual pedagang didepan sekolah kita dulu, belum lagi baju wanita yang serba kekurangan kain, dan banyak lagi. Semua itu jelas akibat banyaknya televisi kita menayangkan acara-acara luar negeri, bandingkan dengan anak muda yang memakai baju batik, sangat jarang sekali ditemukan, bahkan anak muda yang memakai baju batik di anggap ndeso atau tidak gaul tidak mengikuti trend, lagi-lagi, miris sekali bukan?

            Dengan anak muda yang kian hari kian meninggalkan budaya Indonesia, tak heran banyak negara yang miskin akan budaya yang mengklaim budaya kita ini, ketika budaya kita diklaim oleh negara tetangga, kita baru berkoar-koar bahwa itu budaya kita, sedangkan sehari-harinya memakai kain khas kita saja jarang bahkan tidak pernah, apakah bangsa kita senaif ini?

            Negeri kita ini adalah negeri yang istimewa dengan keanekaragaman budaya didalamnya, sudah selayaknya kita mensyukuri dan bangga menjadi pewaris keanekaragaman budaya tersebut, tugas kita sebagai penerus generasi bangsa adalah menjaga dan memelihara warisan itu agar tetap lestari sehingga generasi selanjutnya masih bisa menikmati kearifan budaya ini, bahkan sebisa mungkin sudah selayaknya kita untuk membantu agar budaya kita menjadi jati diri bangsa, agar budaya kita menjadi ikon negara yang mampu dibanggakan ke ranah global, untuk jangkauan dalam negeri kita tentu saja berharap agar media dan televisi kita berhenti memberi kita tayangan-tayangan yang miskin manfaat seperti saat ini, dan sadar akan hakikat dan peran media yang seharusnya sebagai informan sekaligus penyebar budaya ke seluruh penjuru dan pelosok negeri dengan memproduksi tayangan-tayangan yang memihak budaya kita, tayangan-tayangan yang berbau kearifan dan budaya lokal. Sehingga tidak ada lagi bangsa kita ini mengalami krisis jati diri, tidak adalagi budaya yang diklaim oleh negara lain, dan agar masyarakat kita lebih menghargai dan mencintai budaya dan kearigan lokal, sehingga warisan tersebut abadi untuk negara kita. Semoga saja harapan kita ini bisa terwujud.



Minggu, 22 November 2015
Posted by Unknown

Mengupil Batalin Puasa nggak sih?



    Pertama-tama ane mau ngucapin selamat kepada diri ane sendiri, karena laptop ane sudah kembali dari masa bakti menemani mbak ane diklat di semarang selama satu bulan (doi PNS). Dan dari sekitar satu bulan ane LDR sama laptop, ane banyak belajar dari kejadian ini, terutama tentang indahnya pertemuan setelah lama menahan boker rindu. Dan karena tulisan ini menyangkut kepercayaan masing-masing, jadi kalian boleh percaya atau enggak.
    Oke itu adalah kata pengantar yang mengandung pesan moral, dan kita masuk ke inti. Jadi entah kenapa saat bulan Ramadhan, selama ane hidup dari SD,SMP, sampe sekarang lulus SMK, masih ada aja temen yang menganggap/percaya bahwa ngupil itu membatalkan puasa.. ini orang yang berfikiran seperti itu pasti kepalanya isinya bukan otak.. tapi hidung!
    selain ane  ga setuju sama sama pemikiran ini karena ane itu hobi ngupil :v, menurut ane statement ini juga tidak masuk akal. Bagaimana mungkin ngupil itu membatalkan puasa? Logikanya gini, padahalkan ngupil itu Cuma masukin jari ke dalam hidung, terus ngeluarin kotoran. udah gitu aja. Terus apa yang membuat batal?
   boleh ngupil itu batal asalkan kita masukin jari ke dalam hidung miyabi, itu baru membuat batal.
   atau boleh ngupil itu membatalkan puasa asalkan kita masukin jari ke hidung maria ozawa (sama aja). 
sengaja di tampilkan orangnya
atau boleh ngupil itu membatalkan puasa kalo kita ngupil pake pistol, karena itu membahayakan nyawa kita ya.
don't try this at bathroom
atau boleh ngupil itu batal kalau ngupilnya sampai ke mata, ini juga membahayakan nyawa kita lhem..
don't try this at bathroom




    Tapi kan ada hadits yang menyebutkan benda masuk ke lubang tubuh maka puasa menjadi batal?, itu adalah dhaif.
    Jawab : memang ada riwayat, “Sesungguhnya berbuka (batal puasa) adalah karena sesuatu yang masuk bukan karena sesuatu yang keluar.” (HR. Abu Ya’la)
 mungkin hadits inilah yang membuat kalian berfikir kalo ngupil itu batal.. tapi mari kita tela’ah lebih dalam lagi lhem..
    Pada dasarnya Mengupil itu mengeluarkan kotoran BUKAN memasukan kotoran pada tubuh, sama halnya dengan kita saat boker dan pipis, itu adalah proses mengeluarkan, Jadi Jelas bahwa Ngupil tidak membatalkan puasa.

    Tapi kan itu memasukan tangan ke dalam hidung? Batal! (iseh ora percoyo)
    jawab : kalau hidung bisa mengeluarkan kotoranya sendiri seperti anus ane juga gak akan masukin  jari ane ke hidung.. atau kalau upil itu bisa mengeluarkan dirinya sendiri itu juga akan lebih mudah.
sayangnya hidung tak sepintar anus.
    Iseh ora percohyo? Gini lhem.. seperti yang sudah disepakati oleh ulama, hal yang membatalkan puasa hanyalah empat, yaitu makan (minum) sengaja, mengeluarkan air mani secara sengaja (istimna’- onani-masturbasi), hubungan suami isteri,dan muntah disengaja. Dan disitu gak ada tertulis ngupil itu batal, jadi ngupil itu tidak membatalkan puasa.
Nah sakarang sudah percaya kalau ngupil itu nggak membatalkan puasa?




  *artikel ini ditulis oleh orang yang hobi mengupil juga ditulis di http://www.nyunyu.com*

Minggu, 21 Juni 2015
Posted by Unknown

Snmptnku yang jancuk



    Pagi ini ane tidak akan menulis tentang kegagalan ane lolos SNMPTN, karena ane memiliki cerita yang lebih jancuk dari sekadar gagal lolos SNMPTN. Ya beberapa bulan yang lalu saat pendaftaran SNMPTN ane adalah murid pertama dikelas yang mendaftarkan diri ke BK ane, ya karena ane memang salah satu murid SMK yang ngebet banget pingin kuliah, setelah mendaftar ane bingung setengah mati mau ambil jurusan apa, bukan karena ane tidak mempunyai jurusan impian tetapi karena jurusan impian ane (Ilmu Komunikasi) hampir mustahil untuk dimasuki anak SMK, karena memang ditahun-tahun sebelumnya di Universitas manapun hanya 0-3 anak SMK yang masuk jurusan impian ane itu, ya semacam ada diskriminasi gitu sama anak SMK.
    Setelah itu ane memutuskan mencari jurusan yang masih dalam kesukaan ane yaitu jurusan DKV, karena emang ane suka menggambar dan desain-desain gitu, dan setelah ane lihat, dijurusan ini lumayan gede peluangnya untuk anak SMK, yah apa lagi jurusan ini peminatnya tidak sebanyak ILKOM. Akhirnya ane fix deh milih jurusan ini kebetulan di jurusan ini ada portofolio seni rupa, isinya disuruh membuat gambar 5 benda, suasana dikeramaian (Pasar, Match Olahraga dan Pemilu), sialnya walaupun ane sering menggambar, ane tidak pernah menggambar itu semua, ane paling biasa gambar Karikatur, Tulisan gajelas, kadang juga hentai *ehh.
    Oke beberapa hari terlalui dan ane udah fix dengan jurusan yang ane pilih, tetapi karena waktu itu ane masih banyak sekali kegiatan ya seperti Ujian, Ujian Praktek, Ujian Praktek kejuruan, Ujiancokk!! Ane belum membuat portofolio seni, singkat cerita 5 hari sebelum SNMPTN ditutup ane baru membuat gambar portofolio SNMPTN, setelah selesai ane juga legalisir maha karya absurd ane itu dan inilah hasilnya..


anggep aja itu pasar

ini karikatur, emang aneh gitu :D

itu komposisi 5 benda

     Oke kita masuk bagian kampret dari cerita ini, sehari sebelum penutupan SNMPTN ane udah menyelesaikan gambar ane semua dan udah men-Scan gambar, bahkan piagam yang ane punya udah ane scan, malem penutupan pendaftaran SNMPTN waktu itu ane inget malem minggu, ane didepan rumah, tiba-tiba ada mantan lewat naik motor sambil gendong anaknya dan anaknya jatuh, sory typo, waktu itu malem minggu ane didepan rumah meng-opload semua file itu dalam bentuk Powerpoint, dan ane yakin kalau ane bakalan ketrima dijurusan ini. Sembari menunggu file selesai di opload ane membaca lagi syarat jurusan dengan portofolio seni rupa, dan djancuk!! disitu ane baru sadar kalau ada file yang belum ane print dan isi, namanya Borang SNMPTN, sialnya file itu juga harus dilengkapi legalisir dari sekolah, ini mungkin apes se-apes- apesnya apes, apesnya juga waktu itu malem minggu, besoknya sekolah tutup.

    Setelah itu ane frustasi setengah mati, rasanya seperti ditolak sebelum menembak atau putus sebelum jadian, pokoknya jancuk!.
waktu itu ane down dan gak tau harus gimana, akhirnya SNMPTN ane biarkan saja dan gak ane finalisasi, tapi tidak ada waktu untuk berlama-lama dalam keterpurukan, singkat cerita dengan berbagai usaha yang merepotkan sekarang ane udah ketrima di salah satu universitas swasta di Jogja dan jangan disebutin namanya ya, tapi inisialnya UMY (sama aja ya) dan ane seneng banget ane ketrima dijurusan yang ane impi-impikan yaitu di Ilmu Komunikasi, ya kalo menurut ane sih apapun universitasnya asalkan kita senang dengan jurusan yang kita pilih itu malah bagus lah, dari pada masuk PTN tapi asal masuk gitu, milih grade terendah supaya gampang masuk dan setelah masuk? palingan mereka ngeluh "ahh aku salah jurusan, ahh tadinya aku gak masuk jurusan ini, ahh aku mencrett.. " nah yang kaya gitu udah banyak contohnya, karena awalnya mereka masuk kuliah cuma demi gengsi, mungkin kepala mereka isinya bukan otak, tapi hidung.
     dan Mungkin, mitos “disetiap kegagalan yang terjadi, pasti Allah akan memberikan jalan yang lebih baik jika kita berusaha” memang benar ya? .
ngarep banget ada keajaiban :v
Minggu, 10 Mei 2015
Posted by Unknown

Ocehan

Mereka yang Salah Arah

Popular Post

- Copyright © jozzblog -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -